TEMAN DALAM KANVAS KENANGAN
Tebal kabut menyelimuti
Mengembunkan airmata yang kering
Dibawah tenda duka berwarna putih
Dalam kekakuan, seakan melayang
Duhai kawan
Pergi berbekal doa dan kenangan
Terpendam hati dalam tenang
Hidup berbatas waktu terkekang
Duhai kawan
Dalam terpisah tak tertahan
Jubah janji terpakai tanpa perjanjian
Karena janji milik Tuhan
Duhai kawan
Dalam dua dunia yang berbeda
Datang waktunya kita bersua
Karena perpisahan kita hanya sebatas tanah
Duhai kawan
Jasad tubuh terbungkus dalam
Disini batas kita bersalam
Dalam senyum tawa persahabatan
Kuikat itu di tali kafan
Duhai kawan
Tertangis dalam bukti kasih sayang
Tanpa pernah berucap
Saat beriring, dan bertatap
Duhai kawan
Yang terbungkus oleh kain-kain takdir
Senantiasa ingin ku robek dan kupotong
Dalam permainan pragmatis dunia
Terkadang tiada kita sadari
Kabut duka membuka mata
Berlayar perahu di ombak gemuruh
Tersadar kita terpisah di lain pulau
Dibatasi laut dalam tak terperih
Lukisan suram berdebu mengganti kita
Ditelan kunang-kunang melayang indah
Apatah waktu kita dekat menjelma
Atau jiwa kita dapat bersua nantinya
Duhai kawan
Selamat jalan beriring kesedihan
Aku disini menulis pelajaran
Tentang kapan waktu akan meregang
Dedicated to Robi Cahyadi
”Kawan karib sebagai kanvas kenangan”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar