MAWAR
2002
Mawar indah beribu duri
Tumbuh di taman
berlantai darah
Seribu tangan telah
terluka perih
Tersayat pedih menelan
parah
Terawat mawar di
peraduan
Tiada tersentuh walau
terkurung sangkar
Hanya menatap,
menggelora hasrat di awan
Demi meraih mahkota yang
hampir mekar
Mawar mekar di tengah
malam
Daku datang melihat
mahkotamu
Di bawah rembulan
purnama penuh
Dikau tersenyum, daku
terpaku
Kini, durimu telah semakin
tajam
Mengeras indah kelopak
menghujam
Semakin jauh dan jauh
daku terpejam
Akankah ku buang ke
taman yang lain dalam diam mendalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar