Selasa, 01 Mei 2012

teman dalam kanvas kenangan


TEMAN DALAM KANVAS KENANGAN

Tebal kabut menyelimuti
Mengembunkan airmata yang kering
Dibawah tenda duka berwarna putih
Dalam kekakuan, seakan melayang

Duhai kawan
Pergi berbekal doa dan kenangan
Terpendam hati dalam tenang
Hidup berbatas waktu terkekang

Duhai kawan
Dalam terpisah tak tertahan
Jubah janji terpakai tanpa perjanjian
Karena janji milik Tuhan

Duhai kawan
Dalam dua dunia yang berbeda
Datang waktunya kita bersua
Karena perpisahan kita hanya sebatas tanah

Duhai kawan
Jasad tubuh terbungkus dalam
Disini batas kita bersalam
Dalam senyum tawa persahabatan
Kuikat itu di tali kafan

Duhai kawan
Tertangis dalam bukti kasih sayang
Tanpa pernah berucap
Saat beriring, dan bertatap

Duhai kawan
Yang terbungkus oleh kain-kain takdir
Senantiasa ingin ku robek dan kupotong
Dalam permainan pragmatis dunia
Terkadang tiada kita sadari

Kabut duka membuka mata
Berlayar perahu di ombak gemuruh
Tersadar kita terpisah di lain pulau
Dibatasi laut dalam tak terperih

Lukisan suram berdebu mengganti kita
Ditelan kunang-kunang melayang indah
Apatah waktu kita dekat menjelma
Atau jiwa kita dapat bersua nantinya

Duhai kawan
Selamat jalan beriring kesedihan
Aku disini menulis pelajaran
Tentang kapan waktu akan meregang

Dedicated to Robi Cahyadi
”Kawan karib sebagai kanvas kenangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar