MERENGKUH BEBAN CINTA
2002
Hai, lihat bintang dan
bulan itu, kenapa ia menampakkan muka dalam derasnya hujan. Ternyata ia terangi pohon di timur sosok, di barat pandangan, di selatan
kalbu. Apatah dikau lihat? Pasti dikau pasti melihatnya. Bukankah kita
memandang bulan dan bintang yang sama?
Katakan bahwa cinta kita
bukan hanya memiliki, kita bukan hanya memberi cinta, tapi menyatu, yang
apabila tertarik salah satu ikatannya kita terluka, yang bila terpisah tak
sempurnalah sebuah lambang cinta yang berenda kasih. Memang cinta bukan hanya
memberi, cinta bukan hanya menerima tapi cinta adalah beban yang akan datang
bila kita tak dapat memberi cinta ataupun sebaliknya. Dapatkah dikau rasa bila
kita tak dapat memberi sebuah cinta? Jawablah!
Kuceritakan pada saat
aku telah menyatu dengan mu. Dalam detik, dalam menit, dalam jam, syahdu cinta
mendayu dari corong ke asmara-an, meneriakkan kata hati penuh sedih dan
bahagia. Jiwaku luas, hingga kasih sayangmu menebar di tanah-tanahnya. Hatiku
teduh, tempat cintamu bersandar di peraduannya. Jangan pernah hilang,
kembalilah jika telah hilang dan kuharap tak memakan alunan waktu yang lamban.
Atau cinta itu datang
saat aku telah pergi ?
Atau kasih itu kembali
jika ku telah mati?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar