Minggu, 13 Mei 2012

Merengkuh beban cinta


MERENGKUH BEBAN CINTA 
2002

Hai, lihat bintang dan bulan itu, kenapa ia menampakkan muka dalam derasnya hujan. Ternyata ia terangi pohon di timur sosok, di barat pandangan, di selatan kalbu. Apatah dikau lihat? Pasti dikau pasti melihatnya. Bukankah kita memandang bulan dan bintang yang sama?

Katakan bahwa cinta kita bukan hanya memiliki, kita bukan hanya memberi cinta, tapi menyatu, yang apabila tertarik salah satu ikatannya kita terluka, yang bila terpisah tak sempurnalah sebuah lambang cinta yang berenda kasih. Memang cinta bukan hanya memberi, cinta bukan hanya menerima tapi cinta adalah beban yang akan datang bila kita tak dapat memberi cinta ataupun sebaliknya. Dapatkah dikau rasa bila kita tak dapat memberi sebuah cinta? Jawablah!

Kuceritakan pada saat aku telah menyatu dengan mu. Dalam detik, dalam menit, dalam jam, syahdu cinta mendayu dari corong ke asmara-an, meneriakkan kata hati penuh sedih dan bahagia. Jiwaku luas, hingga kasih sayangmu menebar di tanah-tanahnya. Hatiku teduh, tempat cintamu bersandar di peraduannya. Jangan pernah hilang, kembalilah jika telah hilang dan kuharap tak memakan alunan waktu yang lamban.
Atau cinta itu datang saat aku telah pergi ?
Atau kasih itu kembali jika ku telah mati?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar