Minggu, 13 Mei 2012

Senyuman


SENYUMAN
Agustus 2002


Duhai puteri, cerahkan langit dengan senyuman
Walau bermuram durja, cerahkanlah
Duhai puteri, tertawalah
Agar malam memanggil bintang-bintang
Dan tempatku melukis bayang-bayang di awan tipisnya
Dan tempatku memagari tabuhan lagu cinta

Duhai siapa gerangan perusak indahnya pagi
Hingga embun ternoda oleh debu
Sucikan duhai puteri dengan airmatamu

Duhai puteri, yang menari dalam putaran logika 
Pemutus jarak pandang yang kian panjang
Hanya satu wadah kita menyatu
Dalam kuatnya dinding cinta
Karena cinta itu satu
Satu di jiwaku, satu di jiwamu

Duhai puteri adakah hari-hari mengusikmu
Jalani berdua, berlayar dengan bahtera
Dan bulan menjadi penunjuk arah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar