SENYUMAN
Agustus 2002
Duhai puteri, cerahkan
langit dengan senyuman
Walau bermuram durja,
cerahkanlah
Duhai puteri, tertawalah
Agar malam memanggil
bintang-bintang
Dan tempatku melukis
bayang-bayang di awan tipisnya
Dan tempatku memagari
tabuhan lagu cinta
Duhai siapa gerangan
perusak indahnya pagi
Hingga embun ternoda
oleh debu
Sucikan duhai puteri
dengan airmatamu
Duhai puteri, yang
menari dalam putaran logika
Pemutus jarak pandang
yang kian panjang
Hanya satu wadah kita
menyatu
Dalam kuatnya dinding
cinta
Karena cinta itu satu
Satu di jiwaku, satu di
jiwamu
Duhai puteri adakah
hari-hari mengusikmu
Jalani berdua, berlayar
dengan bahtera
Dan bulan menjadi
penunjuk arah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar