Selasa, 01 Mei 2012

bagian umurku untukmu


BAGIAN UMURKU UNTUKMU

Kita adalah umur
Tawa kita adalah umur
Tangis kita adalah umur
Saat jatuh, saat bangun, sedih dan perih
Semua adalah umur

Ketika umur berjalan
Meninggalkan silam ke masa depan
Ketika umur berjalan
Renggutkan sedih datangkan kebahagiaan
Namun, semua adalah umur

Ingatlah umur dalam setiap langkah
Mereka mengajakmu pergi jauh
Walau jiwa ragaku senantiasa mengiringi
Namun, semua adalah umur

Jalan kita terpintas dua
Yang dilalui dengan tunjukkan kalbu
Rembulan dan konstelasi gemintang menjadi arah
Tertatih meniti tangga yang tinggi
Namun dengan umur
Akankah kita kan bertemu pada satu titik
Yang mengikatmu, mengikatku, mengikat kita

Ingatlah kaulah bintang jatuhku
Tatkala kurenung malam itu didendangkan ribuan bintang, bulan di angkasa
Begitu indah dan syahdu dalam gelap
Kulihat ada sebuah dari mereka yang jatuh menumbuk bumi
Membuat getar tanah, bergelombang air
Kutahu kaulah keindahan, karena kudapatkan kau dalam keindahan

Ingatlah kau bintang di hatiku
Dalam kecantikan yang dalam
Dan keayuan meranggas hati
Hingga telaga hati yang kupegang kadang menyusut airnya
Menguap oleh panas terang cintamu

Bagian dari umurku adalah melihatmu
Terkadang merasa semua itu adalah umur yang melekat
Tak pernah mati dan lepas
karena setiap hari, setiap regukan nafas adalah mengingatmu
Ya, terkadang merasa berdosa

Semoga bagian umurmu adalah melihatku
Yang menggapai tinggi berkas setitik cahaya cintamu
Hanya sedikit, tetapi dengan warna cahaya yang berbeda
Agar cahaya itu kuingat sampai umur membawaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar