BAGIAN UMURKU UNTUKMU
Kita adalah umur
Tawa kita adalah umur
Tangis kita adalah umur
Saat jatuh, saat bangun,
sedih dan perih
Semua adalah umur
Ketika umur berjalan
Meninggalkan silam ke
masa depan
Ketika umur berjalan
Renggutkan sedih
datangkan kebahagiaan
Namun, semua adalah umur
Ingatlah umur dalam
setiap langkah
Mereka mengajakmu pergi
jauh
Walau jiwa ragaku
senantiasa mengiringi
Namun, semua adalah umur
Jalan kita terpintas dua
Yang dilalui dengan
tunjukkan kalbu
Rembulan dan konstelasi
gemintang menjadi arah
Tertatih meniti tangga
yang tinggi
Namun dengan umur
Akankah kita kan bertemu
pada satu titik
Yang mengikatmu,
mengikatku, mengikat kita
Ingatlah kaulah bintang
jatuhku
Tatkala kurenung malam
itu didendangkan ribuan bintang, bulan di angkasa
Begitu indah dan syahdu
dalam gelap
Kulihat ada sebuah dari
mereka yang jatuh menumbuk bumi
Membuat getar tanah,
bergelombang air
Kutahu kaulah keindahan,
karena kudapatkan kau dalam keindahan
Ingatlah kau bintang di
hatiku
Dalam kecantikan yang
dalam
Dan keayuan meranggas
hati
Hingga telaga hati yang
kupegang kadang menyusut airnya
Menguap oleh panas
terang cintamu
Bagian dari umurku
adalah melihatmu
Terkadang merasa semua
itu adalah umur yang melekat
Tak pernah mati dan
lepas
karena setiap hari, setiap regukan nafas adalah mengingatmu
karena setiap hari, setiap regukan nafas adalah mengingatmu
Ya, terkadang merasa
berdosa
Semoga bagian umurmu
adalah melihatku
Yang menggapai tinggi
berkas setitik cahaya cintamu
Hanya sedikit, tetapi
dengan warna cahaya yang berbeda
Agar cahaya itu kuingat
sampai umur membawaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar